Beranda Arab Saudi Arab Saudi Izinkan Penjualan Alkohol

Arab Saudi Izinkan Penjualan Alkohol

Arab Saudi telah mengizinkan penjualan alkohol, tetapi hanya untuk diplomat non-Muslim. Keputusan ini diambil pada tanggal 24 Januari 2024, dan toko alkohol pertama di Arab Saudi dibuka pada tanggal 2 Februari 2024 di Riyadh, ibu kota negara tersebut.

Alasan di balik keputusan ini adalah untuk mengatasi perdagangan gelap alkohol yang selama ini marak di Arab Saudi. Alkohol dilarang di negara tersebut sejak tahun 1952, tetapi masih banyak orang yang mengonsumsinya, baik secara legal maupun ilegal. Perdagangan gelap alkohol ini sering kali dikaitkan dengan kejahatan dan kekerasan.

Dengan mengizinkan penjualan alkohol secara terbatas, pemerintah Arab Saudi berharap dapat mengurangi perdagangan gelap dan meningkatkan keamanan di negara tersebut.

Berikut adalah beberapa ketentuan penjualan alkohol di Arab Saudi:

  • Hanya boleh dijual kepada diplomat non-Muslim.
  • Pembelian harus dilakukan melalui aplikasi seluler bernama Diplo.
  • Pembeli harus mendapatkan kode klarifikasi dari Kementerian Luar Negeri.
  • Pembelian dibatasi kuota bulanan.

Keputusan ini telah menuai pro dan kontra di Arab Saudi. Sebagian orang menyambut baik keputusan ini sebagai langkah menuju modernisasi dan liberalisasi negara tersebut. Namun, sebagian orang lainnya menentang keputusan ini karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan penjualan alkohol secara terbatas. Penjualan alkohol hanya akan diizinkan untuk diplomat non-Muslim dan hanya akan dilakukan di satu toko yang terletak di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Keputusan ini merupakan perubahan besar bagi Arab Saudi, yang telah melarang alkohol secara total sejak tahun 1952. Alasan di balik keputusan ini adalah untuk mengatasi perdagangan gelap alkohol yang marak di negara tersebut.

Untuk membeli alkohol di Arab Saudi, diplomat non-Muslim harus mendaftar melalui aplikasi seluler yang disebut Diplo. Setelah mendaftar, mereka akan mendapatkan kode klarifikasi dari Kementerian Luar Negeri. Kode klarifikasi ini diperlukan untuk membeli alkohol di toko yang ditunjuk.

Pembelian alkohol juga dibatasi kuota. Setiap diplomat hanya dapat membeli maksimal 10 liter alkohol per bulan.

Keputusan Arab Saudi untuk mengizinkan penjualan alkohol secara terbatas ini telah menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Sebagian orang menyambut baik keputusan ini, karena mereka berpendapat bahwa ini akan membuat kehidupan para diplomat non-Muslim lebih mudah. Namun, sebagian orang lainnya menentang keputusan ini, karena mereka berpendapat bahwa ini akan bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Hanya waktu yang akan menjawab bagaimana dampak jangka panjang dari keputusan ini terhadap Arab Saudi. Namun, jelas bahwa keputusan ini merupakan langkah penting dalam modernisasi negara tersebut.

Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan penjualan alkohol secara terbatas, hanya untuk diplomat non-muslim. Keputusan ini merupakan perubahan signifikan bagi negara yang telah melarang alkohol selama lebih dari 70 tahun.

Alasan utama pemerintah Arab Saudi mengizinkan penjualan alkohol adalah untuk mengatasi perdagangan gelap. Selama ini, alkohol ilegal masih mudah diperoleh di Arab Saudi, terutama di kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah. Perdagangan gelap ini menimbulkan berbagai masalah, seperti meningkatnya kriminalitas dan korupsi.

Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga ingin menarik lebih banyak investor dan wisatawan asing. Banyak investor dan wisatawan asing yang enggan berkunjung ke Arab Saudi karena larangan alkohol. Dengan mengizinkan penjualan alkohol, pemerintah Arab Saudi berharap dapat meningkatkan perekonomian negara.

Penjualan alkohol di Arab Saudi akan dilakukan di satu toko khusus yang terletak di Riyadh. Pembelian alkohol hanya dapat dilakukan oleh diplomat non-muslim yang telah mendaftar dan mendapatkan kode klarifikasi dari Kementerian Luar Negeri. Pembelian alkohol juga dibatasi kuota per bulan.

Keputusan Arab Saudi mengizinkan penjualan alkohol telah menimbulkan berbagai reaksi. Ada yang menyambut keputusan ini dengan positif, karena dianggap sebagai kemajuan bagi negara yang semakin terbuka. Namun, ada juga yang menentang keputusan ini, karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.

Hanya waktu yang akan menjawab apakah keputusan Arab Saudi mengizinkan penjualan alkohol akan berdampak positif atau negatif bagi negara tersebut. Namun, jelas bahwa keputusan ini merupakan langkah besar bagi negara yang telah lama melarang alkohol.

Alasan Arab Saudi Izinkan Penjualan Alkohol.

Sebuah bar pop-up di Riyadh, Arab Saudi, menawarkan Bellini dan spritze non-alkohol. (Foto : Fayez Nureldine -businessinsider.com)


Arab Saudi telah mengizinkan penjualan alkohol untuk pertama kalinya dalam 72 tahun. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Arab Saudi dikenal sebagai negara Muslim yang konservatif.

Ada beberapa alasan yang diduga menjadi latar belakang keputusan ini. Salah satunya adalah untuk mengatasi perdagangan gelap alkohol. Arab Saudi telah lama menjadi tujuan penyelundupan alkohol dari negara-negara tetangga. Dengan mengizinkan penjualan alkohol secara legal, pemerintah berharap dapat mengurangi perdagangan gelap ini.

Alasan lain adalah untuk menarik lebih banyak wisatawan internasional. Arab Saudi ingin menjadi destinasi wisata yang lebih menarik bagi wisatawan dari berbagai latar belakang. Dengan mengizinkan penjualan alkohol, pemerintah berharap dapat menarik wisatawan dari negara-negara yang penduduknya mengonsumsi alkohol.

Selain itu, keputusan ini juga dapat dilihat sebagai bagian dari upaya modernisasi Arab Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah melakukan sejumlah reformasi untuk liberalisasi masyarakatnya. Izin penjualan alkohol ini dapat dilihat sebagai langkah lanjutan dari reformasi tersebut.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing alasan tersebut:

  • Mengatasi perdagangan gelap alkohol

Penjualan alkohol dilarang di Arab Saudi sejak tahun 1952. Namun, larangan ini tidak sepenuhnya efektif dalam mencegah konsumsi alkohol di negara tersebut. Alkohol masih dapat diperoleh secara ilegal melalui perdagangan gelap.

Pemerintah Arab Saudi memperkirakan bahwa perdagangan gelap alkohol merugikan negara sekitar 10 miliar riyal Saudi (sekitar Rp36,6 triliun) per tahun. Perdagangan gelap ini juga menimbulkan berbagai masalah sosial, seperti kriminalitas dan kekerasan.

Dengan mengizinkan penjualan alkohol secara legal, pemerintah berharap dapat mengurangi perdagangan gelap ini. Pemerintah juga dapat mengawasi penjualan alkohol secara lebih ketat, sehingga dapat mencegah penyalahgunaan alkohol.

  • Menarik lebih banyak wisatawan internasional

Arab Saudi ingin menjadi destinasi wisata yang lebih menarik bagi wisatawan dari berbagai latar belakang. Saat ini, Arab Saudi masih menjadi tujuan wisata yang populer bagi wisatawan Muslim. Namun, pemerintah ingin menarik lebih banyak wisatawan dari negara-negara non-Muslim.

Dengan mengizinkan penjualan alkohol, pemerintah berharap dapat menarik wisatawan dari negara-negara yang penduduknya mengonsumsi alkohol. Wisatawan dari negara-negara ini biasanya memiliki tingkat pengeluaran yang lebih tinggi daripada wisatawan Muslim.

  • Upaya modernisasi

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah melakukan sejumlah reformasi untuk liberalisasi masyarakatnya. Izin penjualan alkohol ini dapat dilihat sebagai langkah lanjutan dari reformasi tersebut.

Pemerintah Arab Saudi ingin menjadikan negaranya sebagai negara yang lebih terbuka dan modern. Izin penjualan alkohol ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Meskipun keputusan ini telah menuai kontroversi, namun pemerintah Arab Saudi tetap bersikeras untuk melanjutkannya. Pemerintah percaya bahwa keputusan ini akan membawa manfaat bagi negara, baik dari segi ekonomi maupun sosial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini