Beranda Berita Denah TPS Pemilu 2024 dan Daftar Perlengkapannya

Denah TPS Pemilu 2024 dan Daftar Perlengkapannya

Pemilu 2024 akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024, di mana pemilih akan memberikan suara untuk memilih presiden-wakil presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD. Untuk menjamin kelancaran dan keamanan proses pemungutan dan penghitungan suara, KPU telah mengatur denah TPS (Tempat Pemungutan Suara) beserta alur dan perlengkapan yang harus ada di dalamnya.

Menurut Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023, ukuran minimal TPS adalah panjang 10 meter dan lebar 8 meter.TPS dapat dibuat di ruang terbuka atau tertutup, asalkan tidak di dalam ruangan tempat ibadah. TPS harus sudah selesai dibuat paling lambat satu hari sebelum pemungutan suara, yaitu tanggal 13 Februari 2024.

Tata letak TPS Pemilu 2024 harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh KPU. Tata letak TPS harus menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran proses pemungutan suara.

Berikut adalah denah TPS Pemilu 2024 yang direkomendasikan oleh KPU:

Alur Pemungutan Suara di TPS

Alur pemungutan suara di TPS diatur sebagai berikut:

  1. Pemilih datang ke TPS dan menunjukkan KTP elektronik atau surat keterangan pengganti KTP elektronik (e-KTP/surat keterangan pengganti e-KTP) kepada petugas KPPS 4.
  2. Petugas KPPS 4 mencatat kehadiran pemilih pada Formulir C1.
  3. Pemilih menuju ke bilik suara untuk mencoblos surat suara.
  4. Pemilih keluar dari bilik suara dan menyerahkan surat suara yang telah dicoblos kepada petugas KPPS 5.
  5. Petugas KPPS 5 memasukkan surat suara ke dalam kotak suara.

Denah ini menunjukkan tata letak TPS yang ideal, dengan alur pemungutan suara yang jelas dan efisien. Alur pemungutan suara dimulai dengan pemilih menunjukkan KTP atau surat keterangan pengganti KTP kepada petugas KPPS 4 atau 5. Petugas KPPS akan mencatat kehadiran pemilih pada Formulir C1.

Setelah itu, pemilih akan menuju ke tempat duduk untuk menunggu giliran mencoblos. Tempat duduk ini sebaiknya ditata dengan jarak yang cukup agar pemilih dapat menjaga jarak aman satu sama lain.

Ketika giliran pemilih tiba, pemilih akan menuju ke bilik suara. Bilik suara harus dilengkapi dengan tirai atau sekat agar pemilih dapat mencoblos dengan tenang dan privasi.

Di dalam bilik suara, pemilih akan memilih calon-calon yang diinginkan pada surat suara. Surat suara harus dicoblos dengan tinta hitam agar tidak mudah dipalsukan.

Setelah selesai mencoblos, pemilih akan memasukkan surat suara ke dalam kotak suara. Kotak suara harus dijaga oleh petugas KPPS 6.

Berikut ini adalah alur pemungutan suara yang harus diikuti oleh pemilih:

  1. Pemilih mendatangi TPS sesuai dengan nomor dan alamat yang tertera di formulir C6 (surat pemberitahuan memilih).
  2. Pemilih menuju meja A untuk menunjukkan formulir C6 dan KTP kepada petugas Pencatat Kehadiran Pemilih (anggota KPPS 4 dan 5). Petugas akan mencocokkan data pemilih dengan daftar pemilih tetap (DPT) dan memberikan tanda centang pada DPT.
  3. Pemilih menunggu di tempat duduk B yang disediakan hingga dipanggil oleh petugas untuk menuju meja C.
  4. Pemilih menuju meja C saat dipanggil oleh petugas KPPS 1. Pemilih akan diberikan lima lembar kertas suara, yaitu untuk memilih presiden-wakil presiden (berwarna abu-abu), DPR RI (berwarna kuning), DPD RI (berwarna merah), DPRD Provinsi (berwarna biru), dan DPRD Kabupaten/Kota (berwarna hijau).
  5. Pemilih membawa kertas suara menuju bilik suara D untuk melakukan pencoblosan. Pemilih harus mencoblos kertas suara sesuai dengan pilihan calon yang diinginkan dengan menggunakan alat tulis yang disediakan di bilik suara. Pemilih tidak boleh mencoblos lebih dari satu calon atau partai pada setiap kertas suara. Pemilih juga tidak boleh membuat tanda atau coretan lain yang dapat mengubah makna kertas suara.
  6. Pemilih yang telah selesai mencoblos kertas suara lalu memasukkannya ke dalam kotak suara E sesuai dengan warna dan jenisnya. Pemilih harus memastikan bahwa kertas suara masuk ke dalam kotak suara dengan benar dan tidak terlipat atau rusak.
  7. Pemilih menuju meja F untuk diberikan tinta pada jari kelingking tangan kanan sebagai tanda telah melakukan pemungutan suara. Pemilih harus menunggu hingga tinta kering sebelum meninggalkan TPS.
  8. Pemilih telah selesai menyampaikan suaranya dan dipersilakan meninggalkan ruang TPS. Pemilih tidak boleh kembali masuk ke ruang TPS atau mengganggu proses pemungutan suara yang masih berlangsung.

Daftar Perlengkapan TPS

Berikut adalah daftar perlengkapan yang harus ada di setiap TPS:

  • Formulir C1 (daftar hadir pemilih)
  • Formulir C2 (daftar pemilih tambahan)
  • Formulir C3 (daftar pemilih khusus)
  • Formulir C4 (daftar pemilih yang tidak memenuhi syarat)
  • Formulir C5 (daftar pemilih yang tidak hadir)
  • Kotak suara
  • Surat suara
  • Tinta
  • Bilik pemungutan suara
  • Segel
  • Alat untuk mencoblos pilihan
  • Alat pemadam kebakaran
  • Tenaga listrik
  • Air bersih
  • Tempat sampah
  • Fasilitas untuk penyandang disabilitas

Perlengkapan-perlengkapan tersebut harus disiapkan oleh KPPS dan panitia pemilihan setempat. KPU juga akan melakukan pengawasan terhadap kesiapan TPS sebelum pemungutan suara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini