Beranda Amerika Serikat (AS/USA) Di Hadapan DK PBB, Rusia-China Tuding AS Sulut Ketegangan di Timur Tengah

Di Hadapan DK PBB, Rusia-China Tuding AS Sulut Ketegangan di Timur Tengah

Moskow dan Beijing mengecam serangan udara AS terhadap kelompok pro-Iran di Irak dan Suriah.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Senin (5/2), Rusia dan China kompak menuduh Amerika Serikat (AS) sebagai pihak yang memicu ketegangan di Timur Tengah.

Tuduhan ini dilontarkan terkait serangan balasan AS baru-baru ini terhadap milisi atau kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak dan Suriah.

Rusia:

  • Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzia, menyatakan bahwa serangan udara AS “sengaja ditujukan untuk memicu konflik.”
  • Nebenzia juga menegaskan bahwa serangan AS merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak dan Suriah.
  • Rusia menyerukan DK PBB untuk mengutuk tindakan AS dan menuntut penghentian segera serangan tersebut.

China:

  • Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Jun Zhang, mengatakan bahwa tindakan AS “akan memperburuk lingkaran kekerasan di Timur Tengah.”
  • Zhang menegaskan bahwa stabilitas di Timur Tengah harus dijaga melalui dialog dan negosiasi, bukan dengan kekerasan.
  • China mendesak AS untuk menahan diri dan mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

Tanggapan AS:

  • AS belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan Rusia dan China di DK PBB.
  • Namun, sebelumnya AS telah menyatakan bahwa serangan balasan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan roket yang menargetkan personel AS di Irak.

Analisis:

Tuduhan Rusia dan China terhadap AS mencerminkan meningkatnya ketegangan antara AS dan kedua negara tersebut di kawasan Timur Tengah.

Ilustrasi — Rapat Dewan Keamanan PBB.

Ketegangan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk:

  • Persaingan geopolitik antara AS, Rusia, dan China
  • Dukungan AS terhadap Israel dan Arab Saudi
  • Dukungan Rusia dan China terhadap Iran dan Suriah

Serangan balasan AS di Irak dan Suriah kemungkinan akan memperburuk ketegangan di kawasan tersebut dan dapat meningkatkan risiko terjadinya konflik yang lebih besar.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzia, menyatakan bahwa serangan udara AS di Irak dan Suriah “sengaja ditujukan untuk memicu konflik.”

Sementara itu, Duta Besar China untuk PBB, Jun Zhang, mengatakan bahwa tindakan AS “akan memperburuk lingkaran kekerasan” di Timur Tengah.

Kedua negara tersebut menuntut AS untuk menghentikan serangannya dan menghormati kedaulatan Irak dan Suriah.

Pernyataan Rusia dan China tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas serangan udara AS yang menargetkan kelompok pro-Iran di Irak dan Suriah pada hari Minggu (4/2/2024).

Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan roket yang menargetkan sebuah pangkalan udara AS di Irak, yang menewaskan seorang kontraktor AS.

Serangan AS di Irak dan Suriah telah meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Beberapa negara di kawasan tersebut, termasuk Iran, telah mengecam serangan AS tersebut.

DK PBB dijadwalkan akan mengadakan pertemuan tertutup pada hari Selasa (6/2/2024) untuk membahas situasi di Timur Tengah.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

Pertemuan DK PBB menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang tajam antara AS, Rusia, dan China terkait situasi di Timur Tengah.

DK PBB perlu mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut dan mencegah terjadinya konflik yang lebih besar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini