Beranda Berita FRMJ berencana akan turun aksi jalanan untuk memprotes kenaikan pajak diberbagai sektor...

FRMJ berencana akan turun aksi jalanan untuk memprotes kenaikan pajak diberbagai sektor usaha

Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) menilai kenaikan pajak di berbagai sektor usaha di Jombang terkesan dipaksakan. Untuk itu, FRMJ akan menyiapkan aksi jalanan karena ada dugaan ketidakberesan penetapan pajak.

Ketua FRMJ, Joko Fattah Rochim, menyayangkan terjadinya kenaikan pajak hingga ratusan persen. Menurutnya, kenaikan pajak tersebut tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.

“Kenaikan pajak di Jombang terkesan dipaksakan. Tidak ada sosialisasi yang memadai kepada masyarakat. Akibatnya, masyarakat merasa dirugikan,” kata Joko Fattah Rochim, Minggu (22/1/2023).

Joko Fattah Rochim ketua FRMJ (gambar : frmjjombang/blogspot)

Menurut Joko Fattah Rochim, kenaikan pajak tersebut juga berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Oleh karena itu, FRMJ akan menyiapkan aksi jalanan untuk menuntut pemerintah daerah untuk segera mencabut kenaikan pajak tersebut.

“Kami akan menyiapkan aksi jalanan. Kami akan meminta pemerintah daerah untuk segera mencabut kenaikan pajak tersebut. Jika tidak, kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” kata Joko Fattah Rochim.

Berikut adalah beberapa sektor usaha yang mengalami kenaikan pajak di Jombang:

  • Hotel: 10% menjadi 15%
  • Restoran: 10% menjadi 15%
  • Karaoke: 10% menjadi 15%
  • Pajak hiburan: 10% menjadi 15%
  • Pajak reklame: 10% menjadi 15%

Kenaikan pajak tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jombang Nomor 5 Tahun 2023 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Perda tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2024.