Beranda Berita Kapal Negara-negara yang Diizinkan Houthi Yaman Untuk Lewati Laut Merah

Kapal Negara-negara yang Diizinkan Houthi Yaman Untuk Lewati Laut Merah

Menurut pernyataan seorang pejabat senior Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, pada tanggal 19 Januari 2024, kapal-kapal dari China dan Rusia diperbolehkan dan dipastikan akan memiliki jalur yang aman ketika melewati Laut Merah. Namun, kapal-kapal tersebut harus memenuhi persyaratan tertentu, yaitu:

  • Tidak membawa barang-barang yang dilarang, seperti senjata, amunisi, atau peralatan militer.
  • Tidak membawa bendera atau simbol-simbol negara-negara yang bersekutu dengan Amerika Serikat, seperti Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
  • Harus menghubungi pihak Houthi terlebih dahulu untuk mendapatkan izin berlayar.

Pemerintah Houthi juga mengatakan bahwa kapal-kapal dari negara-negara lain dapat mengajukan izin untuk berlayar melalui Laut Merah. Namun, keputusan untuk memberikan izin tersebut akan ditentukan oleh pihak Houthi.

ilustrasi kapal kargo.

Berikut adalah daftar negara-negara yang kapalnya diizinkan Houthi untuk melewati Laut Merah:

  • China
  • Rusia

Negara-negara lain yang dapat mengajukan izin untuk berlayar melalui Laut Merah:

  • Iran
  • Suriah
  • Irak
  • Lebanon
  • Sudan
  • Somalia
  • Eritrea
  • Djibouti
  • Ethiopia

Pemerintah Houthi menjanjikan bahwa kapal-kapal yang memenuhi persyaratan tersebut akan memiliki jalur yang aman ketika melewati Laut Merah. Namun, pernyataan tersebut masih harus dibuktikan dengan tindakan nyata.

Berdasarkan pernyataan seorang pejabat senior kelompok bersenjata Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, kapal-kapal dari China dan Rusia diperbolehkan dan dipastikan akan memiliki jalur yang aman ketika melewati Laut Merah. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan outlet Rusia Izvestia, pada tanggal 19 Januari 2024.

Namun, kapal-kapal dari negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Israel, dilarang untuk melewati Laut Merah oleh Houthi. Larangan ini diberlakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina dalam pertempuran antara milisi penguasa Gaza, Hamas, dengan Israel.

Larangan ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara-negara yang dilarang, karena dapat mengganggu jalur perdagangan internasional. Laut Merah merupakan jalur laut yang penting bagi perdagangan global, karena menghubungkan Laut Mediterania dengan Samudera Hindia.