Beranda Amerika Serikat (AS/USA) Parlemen AS Tolak Bantuan Baru Rp 275,87 Triliun untuk Israel

Parlemen AS Tolak Bantuan Baru Rp 275,87 Triliun untuk Israel

Parlemen Amerika Serikat (AS) telah menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berisi bantuan baru senilai $17,6 miliar (sekitar Rp 275,87 triliun) untuk Israel. RUU tersebut gagal mendapatkan persetujuan di Senat AS pada 6 Februari 2024.

Kongres Amerika Serikat (bahasa Inggris: United States Congress) adalah cabang legislatif dari pemerintahan federal Amerika Serikat.

Berikut beberapa alasan mengapa RUU tersebut ditolak:

  • Keberatan dari anggota parlemen Demokrat: Beberapa anggota parlemen Demokrat menentang RUU tersebut karena mereka ingin bantuan untuk Israel dikaitkan dengan kemajuan dalam proses perdamaian Israel-Palestina.
  • Kekhawatiran tentang pendanaan: Beberapa anggota parlemen dari kedua partai politik khawatir bahwa RUU tersebut akan menambah defisit anggaran AS.
  • Ketidaksepakatan tentang ketentuan RUU: RUU tersebut juga menyertakan ketentuan tentang imigrasi dan bantuan untuk Ukraina, yang ditentang oleh beberapa anggota parlemen.

Kegagalan meloloskan RUU tersebut merupakan pukulan bagi Israel, yang mengandalkan bantuan AS untuk mempertahankan keamanannya. Namun, masih mungkin bagi AS untuk memberikan bantuan kepada Israel melalui cara lain, seperti melalui penjualan senjata atau bantuan darurat.

Berikut beberapa kemungkinan dampak dari penolakan RUU tersebut:

  • Israel mungkin perlu mencari sumber pendanaan lain: Israel mungkin perlu mencari sumber pendanaan lain untuk menggantikan bantuan AS yang ditolak.
  • Hubungan AS-Israel mungkin tegang: Kegagalan meloloskan RUU tersebut dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan AS-Israel.
  • Proses perdamaian Israel-Palestina mungkin terhambat: Penolakan RUU tersebut dapat membuat Israel lebih enggan untuk berkompromi dalam proses perdamaian dengan Palestina.

Parlemen Amerika Serikat (AS) pada tanggal 6 Februari 2024 gagal meloloskan RUU yang berisi bantuan baru senilai $17,6 miliar (sekitar Rp 275,87 triliun) untuk Israel. RUU tersebut ditolak karena tidak mencapai mayoritas suara yang diperlukan di DPR AS.

Situasi ini masih berkembang dan masih belum jelas apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, jelas bahwa penolakan RUU bantuan untuk Israel akan memiliki dampak yang signifikan pada Israel, AS, dan kawasan Timur Tengah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini