Beranda Berita Perang di Ukraina telah memasuki bulan ke-10 belum ada tanda-tanda akan berakhir

Perang di Ukraina telah memasuki bulan ke-10 belum ada tanda-tanda akan berakhir

Awak tank T-64BM Ukraina melakukan jalur Operasi Pertahanan selama Strong Europe Tank Challenge (SETC) di Area Pelatihan Grafenwoehr (foto : ecfr.eu)

Perang di Ukraina telah berlangsung selama lebih dari 10 bulan, dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Perang ini telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang mengerikan, dengan jutaan orang mengungsi dari rumah mereka dan ribuan orang tewas.

Berikut adalah beberapa informasi terbaru mengenai perang di Ukraina:

  • Pada 20 Januari 2024, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dalam pidatonya, Zelenskyy mendesak negara-negara Barat untuk meningkatkan sanksi terhadap Rusia dan memberikan lebih banyak bantuan militer kepada Ukraina.
  • Pada hari yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa status kenegaraan Ukraina semakin terancam. Putin mengatakan bahwa Ukraina tidak lagi memiliki kendali atas wilayahnya sendiri dan bahwa pemerintahnya tidak lagi diakui oleh rakyatnya.
  • Pada 21 Januari 2024, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan bahwa Inggris akan menyediakan bantuan militer tambahan kepada Ukraina senilai £400 juta. Bantuan ini termasuk senjata anti-tank dan anti-pesawat, serta peralatan militer lainnya.
  • Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memberikan bantuan militer tambahan kepada Ukraina senilai $300 juta. Bantuan ini termasuk senjata anti-tank, anti-pesawat, dan rudal jarak pendek.
  • Perang di Ukraina telah memiliki dampak yang signifikan pada dunia. Harga energi dan pangan telah meningkat, dan ada kekhawatiran akan perang nuklir. Perang ini juga telah meningkatkan ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat, dan berpotensi mengarah pada konflik yang lebih luas.

Perang di Ukraina telah memasuki bulan ke-10, dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Kedua belah pihak telah menderita kerugian besar, baik dalam hal korban jiwa maupun materi.

Orang-orang yang melarikan diri dari Ukraina tiba di stasiun kereta api di Przemysl, Polandia (foto : Reuters/ips-journal.eu)

Pada tanggal 20 Januari 2024, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran di Ukraina timur. Serangan tersebut menargetkan kota-kota dan infrastruktur penting, termasuk pusat perbelanjaan, sekolah, dan rumah sakit.

Serangan tersebut menewaskan dan melukai ratusan orang, dan menyebabkan ribuan orang mengungsi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan tersebut sebagai “kejahatan perang”. Ia mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk menghentikan perang.

Pasukan Rusia juga terus melancarkan serangan di wilayah selatan Ukraina. Serangan-serangan tersebut bertujuan untuk merebut kendali penuh atas wilayah Donbas.

Pasukan Ukraina telah melakukan perlawanan sengit terhadap pasukan Rusia. Mereka berhasil merebut kembali beberapa wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Rusia.

Namun, Rusia masih memiliki keunggulan dalam hal kekuatan militer. Pasukan Rusia memiliki lebih banyak pasukan, lebih banyak senjata, dan lebih banyak sumber daya.

Ketidakpastian tetap menjadi ciri perang di Ukraina. Tidak jelas bagaimana perang ini akan berakhir, atau apa dampaknya terhadap dunia.


Perang di Ukraina masih berlangsung hingga hari ini, 20 Januari 2024. Perang ini telah berlangsung selama hampir 10 bulan, dan telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan yang sangat besar.

Berikut adalah beberapa informasi terbaru mengenai perang di Ukraina:

  • Pasukan Rusia terus melancarkan serangan di berbagai wilayah Ukraina, termasuk di Donbas, Kharkiv, dan Kyiv.
  • Pasukan Ukraina terus memberikan perlawanan yang sengit, dan berhasil menahan laju serangan Rusia.
  • Negara-negara Barat terus memberikan bantuan militer dan kemanusiaan kepada Ukraina.
  • Sanksi-sanksi ekonomi yang dijatuhkan terhadap Rusia telah mulai berdampak pada perekonomian Rusia.

Pada tanggal 19 Januari 2024, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa status kenegaraan Ukraina semakin terancam. Putin mengatakan bahwa Ukraina telah menjadi “tempat berkumpulnya neo-Nazi dan radikal ekstremis”.

Pernyataan Putin ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Rusia akan semakin meningkatkan serangannya di Ukraina.

Pada tanggal 20 Januari 2024, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara di World Economic Forum di Davos, Swiss. Zelenskyy mendesak negara-negara Barat untuk meningkatkan sanksi terhadap Rusia dan memberikan bantuan militer yang lebih besar kepada Ukraina.

Zelenskyy juga mengatakan bahwa Ukraina akan terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Perang di Ukraina telah menjadi krisis kemanusiaan yang besar. Menurut PBB, lebih dari 10 juta orang telah mengungsi dari Ukraina sejak perang dimulai.

Perang ini juga telah berdampak buruk pada perekonomian global. Harga minyak, gas, dan komoditas lainnya telah meningkat tajam akibat perang.

Perang di Ukraina diperkirakan akan terus berlangsung untuk beberapa waktu mendatang. Tidak ada tanda-tanda bahwa kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan damai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini