Beranda Berita Soal Kampanye Pilpres 2024 Satu Putaran, LKSP: Berdasarkan Survei, Sulit Membenarkan Itu

Soal Kampanye Pilpres 2024 Satu Putaran, LKSP: Berdasarkan Survei, Sulit Membenarkan Itu

LKSP: Sulit Membenarkan Kampanye Pilpres 2024 Satu Putaran Berdasarkan Survei

Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) menyatakan bahwa berdasarkan hasil survei mereka, sulit untuk membenarkan pelaksanaan kampanye Pilpres 2024 dengan satu putaran.

Subhan, Peneliti LKSP, menjelaskan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan pada 1.220 responden di 34 provinsi, terdapat beberapa alasan yang mendasari kesimpulan tersebut.

Ilustrasi kotak pemungutan suara.

Pertama, selisih elektabilitas antar pasangan calon presiden (paslon) masih tipis. Hasil survei LKSP menunjukkan bahwa paslon teratas hanya unggul sekitar 10% dari paslon kedua.

Kedua, tingkat partisipasi masyarakat dalam survei masih rendah, yaitu sekitar 52%. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum menentukan pilihannya.

Ketiga, masih banyak masyarakat yang belum mengenal visi dan misi paslon. Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 30% responden tidak mengetahui visi dan misi paslon.

Berdasarkan temuan-temuan tersebut, LKSP berpendapat bahwa kampanye Pilpres 2024 satu putaran akan berpotensi menimbulkan beberapa risiko, antara lain:

  • Terjadinya polarisasi dan politisasi agama. Kampanye satu putaran dikhawatirkan akan semakin memperuncing polarisasi dan politisasi agama di masyarakat.
  • Terpilihnya pemimpin yang tidak dikehendaki rakyat. Kampanye satu putaran dapat berpotensi memilih pemimpin yang tidak dikehendaki rakyat karena hanya berdasarkan popularitas semata.
  • Menurunnya kualitas demokrasi. Kampanye satu putaran dikhawatirkan akan menurunkan kualitas demokrasi karena tidak memberikan cukup waktu bagi masyarakat untuk mengenal visi dan misi paslon.

Oleh karena itu, LKSP merekomendasikan agar Pilpres 2024 tetap dilaksanakan dengan dua putaran. Hal ini untuk memastikan terpilihnya pemimpin yang benar-benar dikehendaki rakyat dan berkualitas.

Catatan

Perlu diingat bahwa hasil survei LKSP ini hanya mewakili sebagian kecil dari populasi masyarakat Indonesia. Masih ada lembaga survei lain yang mungkin memiliki hasil yang berbeda.

Selain itu, masih banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan format kampanye Pilpres 2024, seperti biaya, waktu, dan keamanan.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan melibatkan berbagai pihak sebelum mengambil keputusan akhir tentang format kampanye Pilpres 2024.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini